Acr Blog

Memasang Footstep Underbone Pada Vixion

Akhirnya kesampean pula masang footstep underbone buat si Blacky, setelah sebelumnya selalu pending dan malah beli yang lain-lain. Beberapa bulan yg lalu ACR sebenarnya ingin membeli footstep underbone, namun duitnya kurang dan beli variasi yang lain. Tulisan tersebut sanggup dipandang disini. Kembali ke topik pembahasan, tadi siang sepulang ACR mengembalikan jas sewaan buat acara perpisahan sabtu kemarin, ACR mampir ke toko variasi sepeda motor yang terletak di Jl. Batukaru, Denpasar sebelum Pasar Pemedilan. Kalo orang yang tinggal pada Denpasar niscaya tau daerah ini, hehe. ACR nyamperin karyawan sekaligus pemilik bengkel tadi dan menanyakan harga footstep underbone. ACR ditawari bebagai brand, Yoshimura, NUI, DLR Racing. Tetapi ACR direkomendasikan menggunakan DLR Racing, walaupun produk lokal namun kualitasnya setara dengan NUI dan harganya pun lebih murah. ACR tebus footstep ini menggunakan harga 310ribu & ongkos pasang 50ribu. Footstep diserahkan ke mekanik, & si Blacky siap buat dieksekusi.Underbone DLR

Langkah pertama adalah melepas footstep kanan & kiri, lalu merakit footstep underbone. Proses perakitan nir ada kendala, namun ketika pemasangan master rem, perlu terdapat sedikit penyesuaian. Lantaran bracket master rem kurang panjang, maka diakali menggunakan memakai yg kiri. ACR gatau namanya apa. hehe.. Setelah dilubangi dan disesuaikan, akhirnya master rem terpasang & rem berfungsi normal.Footstep PersenelingSaat Dicopot

Pemasangan footstep kiri atau bagian perseneling, nir terdapat kendala apapun. Hanya perlu menyesuaikan posisi perseneling agar nyaman di kaki. Prosesi PemasanganPerlu Penyesuaian

Setelah semua pemasangan selesai, si Blacky ditest oleh si mekanik. Dan ternyata nir terdapat masalah, alias telah kelar.! ACR pun membayar footstep ini, dan membeli dua butir tutup pentil. Lantaran tutup pentil ban depan ACR lenyap entah kemana. Sepasang harganya 5 ribu rupiah saja.Pemasangan SelesaiWalaaa

Setelah semua terselesaikan, Akhirnya ACR pulang ke rumah. Posisi mengendarai kendaraan menjadi lebih nyaman, mengapa demikian? Lantaran ACR menggunakan setang jepit. Kalo masih memakai footstep biasa, posisi kaki masih kalem sedangkan badan membungkuk, ini menciptakan bagian punggung bawah menjadi condong. Tetapi setelah menggunakann footstep underbone, posisi punggung menjadi lurus, & terasa lebih nyaman, & pegal pun hilang. Terimakasih footstep underbone, wwkwkwkwk. Sekian menurut ACR, semoga bermanfaat :)About Me

ACR merupakan singkatan atau inisial berdasarkan akun Facebook milik ACR, ACR singkatan menurut Agus Citysport Rider. Dibuat begitu lantaran ACR dulu pernah ikut klub motor Honda CS1. ACR sendiri lahir dan besarpada Denpasar, Bali. Lahir pada tanggal 2 Maret 1996 di RS Sanglah dengan cara dioprasi caesar. ACR tinggal di Jl. Marlboro Gg. XV no. 25 Denpasar. ACR sudah hobi otomotif sejak mini, dimana mainan-mainan ACR dulu seluruh mobil-mobilan, hehe. Dan sampai kini, ACR masih sangat hobi & senang dunia otomotif. Entah itu motor, mobil dan lain sebagainya. Selain otomotif ACR jua hobi main game, personal komputer , main musik, Fotografi (walaupun pake kamera poket) & koleksi Hotwheels.

ACR memiliki kendaraan Yamaha Vixion 2009 berwarna hitam, yg telah dimodifikasi sebagai R6. Dengan modal yg pas-pasan dan modifikasi yg sedikit demi sedikit. hehe. ACR menamainya Blacky, sinkron menggunakan warnanya. ACR pula menulis beberapa artikel tentang si Blacky dan sanggup dipandang pada file blog. Dan barang siapa yg tunggangannya ingin direview, mampu pribadi kontak ACR. ACR akan melayaninya dengan sepenuh hati. Hehehe

Namun sekarang si blacky sudah terjual dan digantikan sang moni, yaitu Yamaha YZF-R15 Tech3 MotoGP. Acr beri nama moni diambil menurut MONster energY (Y diganti I) yang kinisebagai tunggangab acr sehari -hari berdasarkan berangkat kerja sampai ke kampus.

Saat memasuki jenjang Sekolah Menengah Kejuruan, ACR menjurus ke jurusan Rekayasa perangkat Lunak dimana materi pembelajarannya dominan merupakan Web. Ini juga yg menciptakan ACR membuat blog mini-kecilan ini. Walaupun blog mini, ACR berusaha buat menciptakan blog ini bermanfaat, dan membuat penelitian ataupun artikel secara amanah & tidak dilebih ataupun dikurangkan. Ini bertujuan untuk menciptakan blog ini menjadi blog yg bermutu. Di blog ini ACR juga membuat privasi agar semua orang mampu menulis komentar tanpa perlu memiliki akun Google.

ACR berharap, para pembaca blog ini senang menggunakan goresan pena-tulisan yg pernah ACR untuk. Jika ada kesalahan mohon dikritik, agar nantinya sanggup sebagai pelajaran buat lebih baik ke depannya. Kritik & saran sanggup dikirim ke [email protected] atau mengunjungi Facebook ACR : http://facebook.com/cyber.sejati Ninja 250R beserta Yamaha R1 dan CBR 1000RR Repsol

Di artikel kali ini, ACR gak banyak-poly kok, cuma mau share sebuah foto yang ACR temukan pada Google dan cukup menarik untuk dibahas (IMHO). Yaitu foto Ninja 250R bersebelahan menggunakan Yamaha R1 & CBR 1000RR Repsol tahun 2009. 

Terlihat Ninja 250R berwarna hitam yg diparkir pada sebuah garasi bersama dua mogeh yang mempunyai kapasitas silinder 4x lebih akbar, dan piston 2x lebih banyak. yaitu CBR 1000RR Repsol yang berada paling ujung & Yamaha R1 yg tepat berada disamping si Ninja. Dalam skala ukuran, nir ada perbedaan mencolok, hanya saja CBR terlihat lebih ramping dalam bagian buritan dibandingkan Ninja 250R dan R1, & pada bagian fairing depan, CBR mempunyai berukuran yg mirip menggunakan Ninja. 

Siapapun yg punya ini, niscaya orang kaya, karena bisa mempunyai 2 mogeh sewu cc dan 1 sport harian 250cc. Atau mungkin juga setiap motor ini mempunyai pemiliknya masing-masing. Sudah, sekian berdasarkan ACR. HehePenggunaan Tachometer Pada Matic, Perlukah?

Seperti yang kita memahami, seluruh motor-motor sport sudah memakai tachometer atau penunjuk RPM dalam masing-masing dashboard. Ini memudahkan rider buat perpindahan gigi dalam wakt yang terpatu atau bisa dianggap perfect shifting. Perfect shifting dilakukan buat menstabilkan power dalam ketika motor digeber terus-terusan. Misalnya ketika ajang balap atau mencari top speed. Sehingga power nir drop, karena gear dipindahkan pada RPM yg sempurna. Namun bila tachometer ini dipasang pada sepeda motor matic, apa fungsinya? Kan gak ngoper gigi. Selain buat membuktikan RPM palingan cuma buat gaya-gayaan saja. Speedometer & Tachometer dalam maticWalaaa

ACR memotret galat satu motor yg terparkir di depan loka kerja ACR. Sebuah sepeda motor matic dipasangi tachometer, bahkan speedometer variasi juga. Lah? Udah ada speedometer kok masang speedometer lagi? gak perlu ngoper gigi kok malah masang takometer? Seperti yang ACR bilang, palingan cuma buat gaya-gayaan. Ini beliau fotonya :More Speedometer, More Speed

Menurut ACR pemasangan aksesoris seperti ini sepertinya mubazir. Kenapa demikian? yaitu, karena udah terdapat speedometer, masang speedometer lagi, gak perlu masang tachometer lagi. Hehe.. Namanya jua modifikasi kan senang-senang orangnya, ya toh? Sekian dari ACR.Ninja 250R Double Exhaust

Kali ini ACR mau bahas motor kendaraan milik bos ACR pada tempat kerja nih, namanya Pak Dedy. Beliau membeli motor ini pada tahun 2010, dimana Ninja lagi anget-angetnya. Pas lagi jam kosong, ACR liat Pak Dedy lagi nyiram pada page, mumpung lagi gak sibuk, ACR minta ijin buat liput motor milik beliau pada blog ACR ini. Naah, Ninja ini diberi sedikit sentuhan modifikasi, seperti Speedometer Koso RX2 , frame slider & double exhaust. Ini nih yg menarik, Ninja 250R pake double exhaust, layaknya moge, walaupun gak semua moge sih, hehe.

ACR bahas menurut segi penampilan, sekilas Ninja ini nir terlihat beda misalnya Ninja-Ninja lainnya. Namun jika dilihat menurut belakang, baru terlihat bedanya. Yaitu memakai knalpot pada sisi kiri dan kanan. Sayangnya knalpot yang digunakan merupakan knalpot custom tanpa brand. Tapi apabila dicermati menurut modelnya, tampaknya ini model Yoshimura R55. Seandainya isi brand niscaya bakal lebih keren nih. Berikut penampakannya menurut belakangFoto berdasarkan belakang

Dari segi bunyi, ciri khas Ninja yg stereo seakan “hilang” waktu motor dalam keadaan langsam. Malah seperti seperti motor single silinder, tetapi dengan kapasitas yg besar . Tetapi waktu gas ditarik, suara stereo timbul balik . yang terakhir berdasarkan segi peforma, ACR sendiri belum pernah mencicipinya. Kapan-kapan ACR minjem ah, barangkali dikasi. hehe

Knalpot ini menggunakan system 2-dua yaitu setiap silinder memakai satu pipa & satu silencer tanpa penggabungan pipa/header.. 1 header per silinder

Gimana dari teman ACR? Keren gak? hehehe.Foto-foto lainnya : Knalpot pada kiri (sejak kapan?) wong dual exhaust Speedometer KOSO

Rekomendasi Modifikasi Vixion Full Bodykit

Leave a Reply

Your email address will not be published.