Meraup Rupiah Dari Barang Kuno

Jangan mengaku seorang penggemarbarang kuno jika Anda belum pernah singgah pada Pasar Barang Antik pada Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat. Pasar yang telah adadari tahun 1970-an ini dijamin akan memanjakan penggemar barang kuno lantaran pada sepanjang jalan ini Anda sanggup menemukan patung, guci, kamera, jam dinding, sampai lampu-lampu antik.

Ketua Pasar Antik Jalan Surabaya, yang pula pedagang barang kuno, Haji Mumu (64) menuturkan, sebelum penuh menggunakan barang-barang kuno, kebanyakan pedagang menjual barang-barang loakan, misalnya alat-alat tempat tinggaltangga bekas.

Seiring berjalannya saat, jumlah pedagang barang kuno semakin poly & pemerintah menata loka berdagang menggunakan memberikan tenda. “Baru pada tahun 1988 dibangun kios semipermanen seperti kiniini,” ucapnya.

Sejumlah pedagang mengaku, tidak semuabarang kuno yang dijual pada sini bisa berfungsi menggunakan baik, seperti istilah Ferry (35), yg khusus menjual kamera usang banyak sekali bentuk & merek. Menurut beliau, kamera-kamera lamaini dibeli kolektor tidak buat dipakai balik , namun hanya untuk dipajang menjadi koleksi.

Hal inilah yg membuat Ferry permanen memajang kamera-kamera lawas meskipun tidak berfungsi dengan baik. “Kadang terdapat pula kenalan aku yang nitip kamera buat dijual pulang,” katanya.

Ada 184 kios pada sepanjang jalan ini. Sebagian besarpedagang menjual patung, guci, lampu, & perkakas kuno. Hanya beberapa pedagang yg lebih spesifik menentukan barang yg dijualnya, misalnya piringan hitam lagu-lagu lama, kamera, wayang, dan buku.

“Saya awalnya khusus menjual barang antik mengenai perkapalan, misalnya jam navigasi dan kemudi kapal. Waktu itu yg beli kebanyakan orang bule, akan tetapi setelah kerusuhan pada Jakarta, pembeli berdasarkan luar negeri mulai berkurang. Lantaran itu, aku mulai menjual lampu jua supaya permanen terdapat barang yg dijual,” istilah Haji Mumu.

Dia menambahkan, nir setiap hari pedagang menerima pembeli. Hanya saja, pada sebulan pedagang bisa memperoleh omzet Rp 10 juta. Pendapatan mereka kemudian dipotong buat porto retribusi, keamanan, & kebersihan tempat berdagang.

Yang menarik, tidak semua yang dijual di pasar ini barang-barang kuno. Ada beberapa barang baru yang sengaja didesain seperti barang antik. Menurut Haji Mumu, barang-barang baru berbau antik ini permanen poly dicari. Pasalnya, ada beberapa pembeli yang sengaja membeli barang berbau antik buat melengkapi interior rumahnya yg dibuat antik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.